Rabu, 11 Januari 2012

Meraih Prestasi Hidup, di LDK “UF“

Kepedulian dan kecintaan kita terhadap dakwah ini, perlu adanya upaya perjuangan dengan menjunjung dan menegakkannya. Dalam rangka perjuangan tersebut, maka perlu ada sebuah pengorbanan dan kesungguhan dalam mengarunginya. Namun untuk melangkah ke arah itu dibutuhkan suatu cara dan jalan terbaru dan diperlukan kekuatan yang hebat, yang tentunya meski kita lewati dengan kesabaran dan ketabahan. Jika tidak maka akan tergilas oleh masalah yang kian hari makin kompleks dan variatif. Untuk mendapatkan hal-hal baru tersebut dibutuhkan sebuah pemikiran yang baru serta dibutuhkan sebuah impian dan fantasi hidup dengan diiringi suatu pengamalan atas harapan tersebut. 

Pada kesempatan ini kenapa kita meski bermimpi, bukankah mimpi itu adalah hal yang tidak nyata? Terus kenapa kita harus mengatur pola pikir??? Saya katakan ia.. memang mimpi itu adalah hal yang tidak nampak, tidak nyata, sebuah imajinasi dan khayalan belaka. Tapi kita hayati ucapan syeh Hasan Al-Bana bahwa kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin, dan impian di hari ini adalah kenyataan di hari esok. Dari pernyataan di atas jelaslah bahwa suatu kenyataan dan keniscayaan bermula dari sebuah pemikiran dan kinerja strategi pola pikir kita yang dibayangkan dalam sebuah impian, fantasi dan imajinasi. Sehingga ada tujuan dan sasaran yang harus di tempuh di dalam hidup ini. Dan ternyata kita harus bisa mengatur dan memenej impian tersebut dengan pola pikir kita secara positif. Sehingga bisa terpacu dan termotivasi untuk meraih suatu impian tersebut.


Selanjutnya, berbicara masalah prestasi, sungguh sangatlah menyenangkan hati. Prestasi adalah sebuah penghargaan dan penghormatan bagi orang-orang yang telah meraih suatu kesuksesan. Atas dasar perjuangan, pengorbanan dan keuletan serta bersungguh-sungguh menjalaninya dari segala bentuk tantangan dan rintangan. Prestasi juga adalah sesuatu yang sangat berharga, dan setiap yang berharga itu didapat tidak semudah membalikkan telapak tanggan, akan tetapi butuh proses yang relatif lama dan diperlukan kekuatan dan kesungguhan diri. Prestasi ini bila saya ibaratkan seperti mutiara yang indah dan harganya pun sangat mahal sekali. Akan tetapi mutiara tersebut sangat sulit untuk ditemukan, karena letaknya jauh di dasar laut dan diapit dengan kerang-kerang besar sehingga menambah rumitnya dalam pencarian. Untuk mendapatkan mutiara tersebut tidak semua orang bisa melakukannya, hanya orang-orang yang tetap berjuang, berkorban dan bersungguh-sungguh serta pantang menyerah walaupun banyak sekali halangan dan rintangan yang menghadangnya. Dengan demikian, karena ketegaran dan kesabaran hatinya, ia pantas mendapatkan mutiara yang indah dan sangat berharga ini walau dibungkus dengan hiruk-pikuk masalah yang teramat rumit di sepanjang jalan samudera laut kehidupan. Itulah prestasi yang ia ciptakan melalui keuletan mencari mutiara di dasar laut.

Saudaraku… Hal ini berarti sesuatu yang berharga pasti dilalui dengan sebuah perjuangan dalam menjalaninya, dan hasilnyapun akan sesuai dengan apa yang telah dilakukan. Dalam kehidupan sehari-hari kita juga sering merasakan berat, susah, dan ada juga yang mengatakan lelah, cape dan lain sebagainya. Namun dibalik kesulitan-kesulitan itu ada penghargaan tinggi yang diberikan Allah bagi orang-orang selalu sabar, tabah dan tawakal serta selalu menikmati kesulitan-kesulitan itu, dengan berpandangan bahwa semua ini merupakan ujian dan cobaan dari Allah SWT.


Saudaraku… Dengan demikian atas kesungguhannya menapaki kehidupan ini dengan penuh kesabaran, maka pantaslah ia mendapat tingkat yang lebih tinggi lagi. Semakin ia bersabar dan bersyukur maka semakin tinggi pula prestasi hidup yang ia dapatkan, terhormat di dunia dan mulia di akhirat kelak nanti. Yakinlah bahwa kita bisa untuk mendapatkan hal-hal yang berharga itu asalkan kita mau bersungguh-sungguh dan bersabar atas halangan dan rintangan hidup yang merupakan cobaan dan ujian dari Allah SWT. Semakin kita diuji, maka semakin tinggi pula pringkat dan derajat kita apabila dihadapi dengan kesungguhan hati dan kikhlasan diri. Wallahu a’alam bishowab…


Tidak ada komentar: