Tak bisa dielakkan lagi akan butuhnya manusia terhadap kemurnian dan kejernihan jiwa yang mengkristal pada diri dan sanubarinya. Manusia senantiasa menghendaki ketentraman, ketenangan, dan kedamaian dalam hidupnya. Karena pada dasarnya fitrah manusia itu adalah baik dan suci sejak ia terlahir di dunia hingga pandai berbicara dan beranjak dewasa. Dan meskipun mereka terlampau telah melakukan perbuatan buruk atas segala bisikan dan bujukan syaitan yang kerap kali muncul dalam kehidupannya, sebenarnya dalam hati kecil mereka tetap tak sanggup dan tak ingin melakukannya. Sekarang bandingkan ketika kita berbuat kebaikan, pasti jiwa dan hati kita terasa tenang dan bahagia.
Namun jika keburukan yang kita lakukan, maka jiwa dan hati kita akan mengingkari perbuatan itu walaupun ada rasa kesenangan yang dirasa hanya seketika itu saja. Karena sekali lagi, bahwa fitrah manusia adalah baik dan suci. Manusia juga selalu ingin menjadi unggul dan berusaha keras menjadi yang terbaik dalam sepanjang hidupnya. Ya, karena memang manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk menjadi pemimpin di dunia ini, dalam konsep kecilnya adalah pemimpin untuk dirinya sendiri dengan potensi dan kemampuan yang ia miliki. Tapi mampukah mereka mengekspresikan dan mengaplikasikannya sesuai aturan dan pedoman yang telah terukir dalam kitab suci Al-Qur’an yang mulia? Jawabannya ada pada diri kita sendiri, dengan cara senantiasa mengintropeksi diri dan memperjelas identitas kita dan untuk komitmen menjadi pribadi muslim yang sejati.
Untuk menjadi pribadi muslim yang sejati dengan amal yang sempurna adalah dengan berdakwah. Dakwah adalah menyeru, mengajak umat manusia untuk berbuat kebaikan. Dan mencegah umat manusia dari perbuatan yang buruk. Dakwah bukan sekedar kewajiban bagi seorang muslim, namun merupakan kebutuhan untuk kelangsungan hidupnya seperti udara yang ia hirup setiap detiknya. Sehingga dapat memberi kemanfaatan dan kebaikan-kebaikan untuk melanjutkan hidupnya. Demikian juga dengan dakwah, yang akan menjadikan manusia untuk senantiasa dalam kebaikan, ketentraman dan kedamaian.
Namun jika keburukan yang kita lakukan, maka jiwa dan hati kita akan mengingkari perbuatan itu walaupun ada rasa kesenangan yang dirasa hanya seketika itu saja. Karena sekali lagi, bahwa fitrah manusia adalah baik dan suci. Manusia juga selalu ingin menjadi unggul dan berusaha keras menjadi yang terbaik dalam sepanjang hidupnya. Ya, karena memang manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk menjadi pemimpin di dunia ini, dalam konsep kecilnya adalah pemimpin untuk dirinya sendiri dengan potensi dan kemampuan yang ia miliki. Tapi mampukah mereka mengekspresikan dan mengaplikasikannya sesuai aturan dan pedoman yang telah terukir dalam kitab suci Al-Qur’an yang mulia? Jawabannya ada pada diri kita sendiri, dengan cara senantiasa mengintropeksi diri dan memperjelas identitas kita dan untuk komitmen menjadi pribadi muslim yang sejati.
Untuk menjadi pribadi muslim yang sejati dengan amal yang sempurna adalah dengan berdakwah. Dakwah adalah menyeru, mengajak umat manusia untuk berbuat kebaikan. Dan mencegah umat manusia dari perbuatan yang buruk. Dakwah bukan sekedar kewajiban bagi seorang muslim, namun merupakan kebutuhan untuk kelangsungan hidupnya seperti udara yang ia hirup setiap detiknya. Sehingga dapat memberi kemanfaatan dan kebaikan-kebaikan untuk melanjutkan hidupnya. Demikian juga dengan dakwah, yang akan menjadikan manusia untuk senantiasa dalam kebaikan, ketentraman dan kedamaian.
Banyak keutamaan dakwah yang dapata kita petik, diantaranya bahwa
dakwah merupakan nikmat Allah yang besar (A’dzomu ni’matillah), (pekerjaan)
yang paling mulia di antara pekerjaan-pekerjaan yang lainnya, tugas pokok para
rosul,.Rasulullah SAW dan para sahabat telah menginspirasi kita untuk membangun
cinta terhadap dakwah. Karena bagi mereka, dakwah adalah kebutuhan untuk
dirinya dan seluruh umat manusia. Bisa dibuktikan, jika dakwah Islamiyah tidak
sampai di Indonesia, bahkan tidak sampai di hadapan kita, maka apa jadinya diri
kita? Tak bisa dibayangkan bukan, betapa tingginya jasa para pecinta dakwah itu
dengan segala perjuangan dan pengorbanannya.
Banyak diantara kita yang menganggap dakwah bukan tugasnya, yang
kemudian menyerahkan tugas ini kepada orang tertentu atau lembaga-lembaga
dakwah saja, dengan dalih dan alasan tidak ada bakat, tidak banyak ilmu yang
dimiliki, sibuk dengan pekerjaan, dan berbagai macam alasan lainnya. Jelas,
perkataan ini adalah salah. Bukankah pengertian dakwah itu adalah
mengajak/menyeru manusia untuk berbuat baik, yang tentunya sesuai dengan apa
yang kita ketahui walaupun hanya satu ayat.