Pada awalnya, sebelum mendaftarkan diri sebagai calon anggota LDK “UF”, aku selalu mengira bahwa diri ini tak mampu melakukan segala sesuatu di luar kemampuan saat itu. Kadang hatipun merasa tak sanggup menjalani hidup di dunia organisasi dakwah ini yang mungkin disebabkan tidak adanya bakat dan pengalaman tentang organisasi ke-Islaman secara mendalam dan profesional, baik dari Sekolah Dasar hingga di Madrasah Aliyah kala itu.
Hal itulah yang kadang menjadi beban psikis untuk dapat membasahi seluruh tubuh ini secara totalitas di dunia organisasi ini. Sungguh awalnya ku berniat hanya untuk bisa dan mampu berbicara di depan khalayak umum karena memang LDK merupakan salah satu wadah yang memfasilitasi untuk menggembleng keterampilan berbicara, yaitu berpidato. Serta harapan kedua yang ingin ku capai adalah mengembangkan minat dan bakat di nasyid yang memang pada saat itu pernah menjadi salah satu personil nasyid yang cukup terkenal di kalangan masyarakat serang dan cilegon, yaitu tim nasyid peace voice (suara perdamaian).
Hal itulah yang kadang menjadi beban psikis untuk dapat membasahi seluruh tubuh ini secara totalitas di dunia organisasi ini. Sungguh awalnya ku berniat hanya untuk bisa dan mampu berbicara di depan khalayak umum karena memang LDK merupakan salah satu wadah yang memfasilitasi untuk menggembleng keterampilan berbicara, yaitu berpidato. Serta harapan kedua yang ingin ku capai adalah mengembangkan minat dan bakat di nasyid yang memang pada saat itu pernah menjadi salah satu personil nasyid yang cukup terkenal di kalangan masyarakat serang dan cilegon, yaitu tim nasyid peace voice (suara perdamaian).
Selanjutnya, dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim ku enyahkan segala perasaan psimis itu dan mulai ku dayung perahu layar ini menuju harapan dan cita yang terbesit dalam hati, yaitu ingin mampu berbicara di depan khalayak umum dan mengembangkan bakat keterampilan bernasyid. Dengan penuh kesadaran, akhirnya ku daftarkan diri untuk mengikuti kegiatan PERMATA XI (Penerimaan Anggota yang ke 11) yang waktu itu bertempat di Pon-pes Nurul Fikri Anyer. Subhanallah.. episode baru telah ku mulai dan sepertinya ku berada dalam wahana baru yang belum pernah dirasa sebelumnya betapa besar dan berharganya pengalaman baru itu yang takkan pernah terlupakkan dalam sepanjang hayatku.
Dari pelatihan tersebut ku tahu LDK lebih jauh lagi dan ku paham Islam lebih mantap lagi, bukan hanya teori yang ku dapati akan tetapi implementasi dari teori ke-Islaman itu sendiri, sehingga menjadi prinsip dasar dalam menempuh kehidupan ini. Betapa indahnya jama’ah dan persaudaraan ini, menjalani hidup di bawah naungan Al-Qur’an dan Al-Hadits yang satu sama lain saling mengingatkan di kala salah dan lupa. Akhirnya ku tersentak bahwa benar lingkungan itu sangat mendukung untuk membentuk karakter dan kepribadian orang. Oleh karena itu berhati-hatilah dengan memilih lingkungan pergaulan, jika berada dalam lingkungan yang penuh dengan cahaya, maka akan selamatlah hidupnya, akan tetapi jika sudah terperosok dalam lubang kegelapan maka akan selamanya dalam kegelapan.
Dari pelatihan tersebut ku tahu LDK lebih jauh lagi dan ku paham Islam lebih mantap lagi, bukan hanya teori yang ku dapati akan tetapi implementasi dari teori ke-Islaman itu sendiri, sehingga menjadi prinsip dasar dalam menempuh kehidupan ini. Betapa indahnya jama’ah dan persaudaraan ini, menjalani hidup di bawah naungan Al-Qur’an dan Al-Hadits yang satu sama lain saling mengingatkan di kala salah dan lupa. Akhirnya ku tersentak bahwa benar lingkungan itu sangat mendukung untuk membentuk karakter dan kepribadian orang. Oleh karena itu berhati-hatilah dengan memilih lingkungan pergaulan, jika berada dalam lingkungan yang penuh dengan cahaya, maka akan selamatlah hidupnya, akan tetapi jika sudah terperosok dalam lubang kegelapan maka akan selamanya dalam kegelapan.
Hari demi hari ku lalui bersama LDK “UF”, hingga pekanpun berganti menjadi bulan, dan terus ku sibukkan diri mengikuti runtinitas kegiatan-kegiatan yang telah dirancang pengurus saat itu, mulai dari kajian, ta’lim, mentoring dan tak lupa untuk latihan nasyid. Atas konsistensi dan ketaatan dalam setiap kegiatan selama satu tahun, maka tibalah saatnya pergantian pengurus yang baru dan melalui pertimbangan dewan formatur akhirnya ku diberikan amanah sebagai pengurus di Sekretaris umum LDK Fakultas tarbiyah dan adab tahun 2008-2009.Tak terasa ku lewati masa kepengurusanku yang terlihat amat belia sekali dalam menjalankan organisasi, tapi Alhamdulillah dari rapat ke rapat, dari kegiatan ke kegiatan, dari acara ke acara, mampu terealisasi bersama dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
Banyak kenangan terindah dari pengalaman baru itu hingga dapat mengantarkan pada masa kepengurusan sekarang (2009-2010) yaitu diberikan amanah lagi sebagai Sekretaris Umum di LDK “UF” IAIN “SMH” Banten. Dari perjalanan itu ku mampu mengerti arti hidup di dunia ini, moralitas yang terbangun kokoh, fikroh Islamiyah yang universal, ruhiyah/keimanan yang tertata rapi di qalbu dan juga jasadiyah yang kuat melakukan banyak hal. Ku terus belajar mengenal seluruh karakter, kepribadin, potensi dan keterampilan dari sahabat-sahabatku yang lain hingga mampu mengisi kekosongan potensi dari apa tidak aku bisa. Ternyata potensi itu bisa tergali melalui sebuah upaya dan usaha di bidang apapun yang kemudian akan menjadi tata nilai, menjadi keyakinan, menjadi sikap, dan kemudian menjadi kebiasaan yang akhirnya menjadi jati diri. Segala hal pasti akan bisa kita lakukan jika kita berupaya untuk mencobanya dari langkah awal hingga langkah-langkah berikutnya. Sesungguhnya kita bisa jika kita berfikir bias.