Rabu, 09 Oktober 2013

Menghidupkan Hati



Usai berolah raga (futsal) di stadion Flamingo Kepandean, 9 Oktober 2013, para pejuang BKB Nurul Fikri Banten 1 langsung menuju lokas NF Kepandean untuk mengikuti program wajib pekanan, yakni liqo (pengajian). Agenda liqo masih sekitar satu jam lagi, maka sebelum tiba jam 11.00 WIB, kami habiskan untuk beristirahat dan membuka berita atau informasi terkini via internet. Dan dilanjutkan dengan mandi dan shalat dhuha. Setelah itu, agenda yang dinanti dan ditunggu dalam sepekan telah datang mengiringi sepenggal kehidupan hari itu. Ustadz Ulul Albab sebagai penceramah pun sudah hadir di lokasi NF Kepandean untuk memberikan pencerahan kepada kami. Jarum jam sudah menunjukkan jam 11.00 WIB, ini berarti bahwa waktu liqo dimulai.

Para peserta pengajian sudah kumpul memadati ruangan 2 di lantai bawah dengan kursi-kursi yang membentuk lingkaran. Pada kesempatan ini, aku yang menjadi moderator atau pembuka acara spesial ini. Akhirnya pengajian pun dimulai dengan membaca basmalah dan dilanjutkan dengan tilawah satu persatu. Suasana pun semakin berubah seketika, saat ayat-ayat Allah SWT dibacakan secara bergantian. Berubah menjadi suasana spiritual yang penuh kedamaian, ketentraman dan kesejukan. Tatkala di antara kita membacakan tadaburnya, hati dan jiwa ini bergetar, air mata berkaca-kaca dan hembusan nafas pun terbata-bata. Subhanallah... Biarkanlah bacaan ini membasuh hati-hati kami yang sedang kering kerontang akan keimanan kepada-Nya.

Tilawah dan tadabur telah selesai di lakukan, sepintas aku membacakan kesimpulan dari tadabur ayat tersebut. Setelah itu, aku persilakan kepada Ustadz Ulil Albab untuk menyempaikan tausiyahnya kepada kami. Pengajianpun dimulai, ustadz menyampaikan materinya dengan penuh penghayatan. Materi yang begitu dahsyat dan membangkitkan semangat untuk selalu mengingat Allah SWT, bersyukur kepada-Nya, dan beramal kebaikan. Kemudian beliau menggambarkan tentang surga dan neraka secara jelas dan mendalam. Hati ini pun kembali merinding, tercengang seketika mendengar kedahsyatan siksa neraka bagi orang-orang yang ingkar kepada-Nya, dan kenikmatan surga yang tiada tara bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada-Nya. “Surga dan neraka adalah kebenaran sungguhan, sedangkan dunia ini hanyalah kebenaran yang levelnya jauh di bawahnya, karena dunia ini bersifat fatamorgana (dianggap ada, tetapi sebenarnya tiada)” ungkapnya.

Ayat-ayat yang menjadi dalil dibacakannya, hadits pun melengkapi dalail dalam penjelasan materi tersebut sehingga dapat menggugah hati dan membeningkan jiwa. Hati inipun menjadi hidup kembali dari kematian mengingat-Nya. Ingin rasanya untuk selalu bersujud dihadapan-Nya, untuk melerai segala dosa-dosa yang berlumuran di tubuh ini. Ingin rasanya untuk terus hadir dalam pertemuan seperti ini, untuk senantiasa memperbaharui keimanan terus menerus. Karena terkadang keimanan kita menurun saat berada jauh dari majlis ilmu atau dalam keadaan sendirian. Semoga dengan nasihat-nasihat dan kalimat-kalimat hikmah yang disampaikan ustadz dapat menjadi mutiara iman yang mengkristal di hati ini.

Setelah ustadz selesai menyampaikan materi, kemudian aku buka sesi tanya jawab di antara peserta agar kajian tersebut semakin mendalam dan menggigit. Karena materi yang menarik dan menggugah hati, maka sayang jika tidak dibedah lebih luas lagi sesuai dengan kebutuhan. Setelah itu, tak ketinggalan, acara kajian ini ditutup dengan doa supaya semakin sempurna dan berkah. Usai pengajian kami bergegas untuk shalat dzuhur berjamaah, karena waktu dzuhur sudah lewat sekitar 15 menit.

Di hari ini memang luar biasa. Tak hanya santapan rohani yang dihidangkan untuk para peserta pengajian, namun santapan jasmani pun juga disiapkan, yakni makan-makan. Ya, ternyata diantara pengajar NF ada yang lagi Milad (ultah), jadi sekalian masak-masak gitu untuk merayakannya. Wah, asyik amat yah! Subhanallah, begitu banyak kejutan di hari yang indah ini dan benar-benar menghidupkan suasana hati untuk terus bersyukur kepada Allah SWT. Setelah dipersilakan, tak berpikir panjang lagi langsung saja kami menyantapnya dengan penuh kegembiraan. Hanya doa yang bisa dipanjatkan semoga shohibul hajat dipanjangkan umurnya, dilapangkan rizkinya dan diberkahi hidupnya. Amin.