Pada prinsipnya, harapan dan impian sebagai sosok sekretaris LDK “UF” pada periode ini menyandang hal-hal tersebut di atas, dengan berupaya sekuat tenaga dan se-optimal mungkin. Namun apalah daya diri tak mampu melakukan banyak hal dalam mencapai perubahan dalam tatanan organisasi ini dan kontribusi sekretaris juga dalam alur cerita organisasi ini masih belum bisa menyatu dengan divisi-divisi yang dibawahnya. Hanya inilah yang bisa sekretaris lakukan walaupun banyak kekurangan dan keterbatasan. Akan tetapi semangat perjuangan takkan pernah pudar yang menggejolak dalam jiwa, dan akan terus membara hingga mampu membakar kayu-kayu basah di sekelilingnya.
Semangat ini muncul dari sejarah perjuangan ketika studi banding ke UNJ, bukan hanya motivasi yang kami dapatkan, tapi beberapa pelajaran penting tentang manajemen lembaga dakwah di kampus besar itu, sehingga mampu membuka cakrawala berpikir kita untuk terus maju dan bergerak. Realita yang terjadi pada diri kita sendiri memang terletak pada ukhuwah kita terlihat sedikit renggang sehingga kekompakan dan persatuan sangat sulit diimplementasikan.
Wahai saudaraku... Sungguh, jika diri ini selalu menyatu dalam barisan yang kokoh, maka perubahan akan terjadi pada diri kita. Setelah itu, bukan hanya diri kita yang akan berubah (LDK ”UF”), tapi kampus kita tercinta ini (IAIN ”SMH” Banten) juga akan memancarkan cahaya perubahan dengan kilauan yang berwarna-warni. Dan di antara kilauan cahaya itu terdapat karya-karya kita yang terukir dalam catatan sejarah peradaban IAIN sebagai jejak-jejak kehidupan kita.
Wahai saudaraku... Kita berjuang tidak hanya orientasi kemenangan dunia, akan tetapi jauh lebih agung dan mulia memperjuangkan tegaknya agama Allah di bumi IAIN ”SMH” Banten. Memang berat tugas kita, tapi tidak ada pilihan lain selain untuk berjuang di jalan ini. Hal ini menandakan jika kita tidak berjuang di jalan Allah, maka kita berjuang di jalan yang tidak diridhoi Allah, yang sungguh tidak akan mendapatkan kemanfaatan sedikitpun. Hal ini yang menjadi renungan kita untuk berjuang membina kita, teman-teman kita, saudara-saudara kita, bahkan kampus yang kita injak saat ini. Siapapun kita, apapun latar belakang kita, dan dari manapun kita, mengajak kembali kepada Al-Qur’an dan Al-Hadits sebagai panduan kita yang akan memberikan syafaat dan pertolongan di akhir kiamat nanti. Kita tetap berjuang dan berkorban dengan porsi dan level kita masing-masing. ”Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”. Lanjutkan perjuangan! Allahu Akbar...!!!