Minggu, 19 Mei 2013

Sang Penghibur

Segala puji hanya milik Allah SWT.. Kata itulah yang sering kali kita ucapkan, di manapun dan pada situasi apapun kita berada, dan takkan pernah mampu mengingkari hati sanubari kita atas nikmat, anugerah, dan seluruh fasilitas hidup yang tak terhitung lagi banyak dan bentuknya yang selalu saja mengiringi di setiap hembusan nafas dan detak jantung ini, Allah berikan kapada seluruh hamba-Nya segala hal, yang tidak akan pernah bisa terhitung oleh otak manusia yang sangat terbatas ini. Atas Rahman dan Rahim-Nyalah kita bisa hidup di dunia ini sehingga setiap jiwa merasakan keindahan dan kenikmatan hidup yang penuh limpahan kasih dan sayang. Kau jadikan raga ini dengan sempurna, otak bisa berfikir dengan akal, hati mampu merasakan getaran jiwa, mata  dapat melihat, telinga mampu mendengar, kaki melangkah tanpa kenal lelah, tangan yang kuat, dan masih banyak organ tubuh yang Allah ciptakan. Sungguh Kau adalah Sang Penghibur hatiku, limpahan rahmat dan hidayah-Mu menambah kedekatanku pada-Mu. 

Tapi terkadang kami tidak sadar akan hal itu, menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya, kenyataan yang ada tidak sesuai dengan semestinya. Mata yang indah ini terkadang kita kotori dengan debu-debu kemaksiatan, hati yang suci ini juga kita nodai dengan gumpalan tinta hitam kejahatan, akal yang sehat ini kita sakiti dengan kelalaian mengingat-Mu. Ampuni kami ya Allah.. kini ku bertobat pada-Mu.. Terimalah simpuh sujudku ini, hiasilah taman-taman hati yang kering kerontang akan iman kepada-Mu, kan ku basahi selalu bibir ini dengan dzikir mengingat-Mu, bimbinglah selalu dalam setiap langkah kehidupan kami yang penuh onak dan duri ini, kuatkanlah kami dari segala halang rintang yang membentang dalam samudera kehidupan sesaat ini. Lindungilah kami dari segala tipu daya dunia, demi menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat kelak…

Jumat, 03 Mei 2013

Merangkai Do'a

Hidup dan kehidupan manusia adalah hanya sebuah babak sandiwara dalam panggung pertunjukan. Singkat dan hanya sementara waktu dalam sepanjang perjalanannya di dunia ini. Nasib dan arah perjuangannya merupakan hal yang masih misteri karena kelemahan dan keterbatasan. Masa depan yang diharapkan merupakan daya khayalan dan hanya meraba-raba saja. Adapun yang menentukan adalah dalang, Sang Mahakuasa. Manusia tidak bisa hidup dengan sendirinya, melainkan akan terus membutuhkan kepada Sang Mahapencipta, akan selalu menggantungkan hidupnya kepada Sang Mahaperkasa. Dialah Allah SWT yang menggenggam alam semesta dan mengatur seluruh yang ada di dalamnya. Tanpa-Nya, manusia tidak ada apa-apanya, bahkan bukan apa-apa dalam dunia ini. Karena yang menghidupkan, yang mematikan, yang memberi rizki dan yang memberi kebahagiaan dan kesengsaraan adalah kuasa-Nya.

Sebagai makhluk yang lemah dan selalu membutuhkan karunia dan bimbingan-Nya dalam meniti kehidupan di dunia yang fana ini, maka jangan sampai pernah hati ini mengabaikan untuk senantiasa meminta atau memohon segala keinginan dan kebutuhan hidup. Sesungguhnya paket kehidupan sudah dipersiapkan untuk manusia. Lantas berapa kali kita meminta kepada-Nya, ataukah kita tidak yakin akan janji-Nya, atau bahkan kita salah meminta dengan meohon sesuatu kepada yang selain-Nya? Na'udzubillah mindzalik. Allahlah tempat meminta, Allahlah tempat bersandar, dan Allahlah segala-galanya dalam hidup kita. Ustadz Yusuf Mansur mengatakan "Allah dulu, Allah lagi, dan Allah terus". Saat kita dalam kondisi diberikan anugerah berupa kenikmatan dan kebahagiaan, maka berdzikir dengan bersyukur pada-Nya. Di kala bencana dan musibah tengah datang melanda, maka tetaplah berdzikir seraya bersabar pada-Nya.

Kenikmatan itu bukan terletak pada nilai materi yang tampak di hadapan mata kita, atau sesuatu hal yang kita cintai dan harapkan sudah berada di tangan kita. Tapi kenikmatan itu terletak di dalam hati kita ketika senantiasa berdzikir kepada-Nya. Kenikmatan itu berada saat do'a-do'a selalu terangkai tanpa ada putus kepada-Nya. Do'a itulah yang membuat hati ini selalu menggantung dan mengikat kepada-Nya. Dan do'a inilah yang menjadi kekuatan dan pusaka kaum muslimin dalam sepanjang hidupnya. Berdoa'lah!

Wallahu a'lam..

Segudang Cinta Untuk HIMAWAR


Telah tergerak jiwa ini untuk mempersembahkan sebuah cinta untuk menggapai segala cita-cita dalam narasi perjuangan bersama HIMAWAR (Himpunan Mahasiswa Waringinkurung). Ada angin, ada hujan, bahkan ada terik panas yang membakar kulit selalu menjadi iklim perjuangan ini. Dari situlah pintu-pintu pengorbanan akan terbuka hingga mengantarkan jiwa dan raga untuk terus belajar pada kehidupan yang penuh dengan tantangan dan rintangan. Organisasi kemahasiswaan yang berada di Waringinkurung ini merupakan institusi kebanggaan mahasiswa Waringinkurung, sebagai wadah penghimpun dari mozaik-mozaik para pejuang intelektual muda yang berserakan. Bersatu padu, seiya dan sekata dalam satu barisan yang kokoh untuk menggagas sebuah perubahan dan pembaharuan yang signifikan untuk dirinya beserta masyarakat secara umum.

Terpaan angin kencang tak menggetarkan hati untuk jatuh dan turun dari pohon yang bersar itu, justru ketika ada angin sepoi-sepoi terkadang membuat kita lalai dalam kenyamanan yang menyebabkan mudah untuk terjatuh. Semakin besar pohon, maka semakin besar pula angin yang berhembus menerpanya. Begitulah alam mengajarkan kepada kita tentang satu hukum kehidupan yang memiliki arti bahwa seorang yang ingin menjadi besar, maka harus siap menghadapi segala terpaan problematika kehidupan yang berhembus menyapanya. Besarnya badai di laut bebas bukan penghalang bagi sang pelaut sejati untuk berhenti melanjutkan perjuangannya, melainkan terus memperkuat diri dan meyakinkan hati untuk mampu menghadapi segala rintangan yang menghadang. Hujan dan panas adalah dua sisi cuaca yang saling bertentangan, ketika cuaca panas maka biasanya hujan tak berani untuk turun. Namun jika cuaca mendung maka akan berpotensi besar untuk  turunnya hujan. Namun, bagi para pejuang sejati tak pernah layu meski panas menyongsongnya, dan ia tak kenal umes kala hujan mengguyurnya.

Cerita metaforis di atas merupakan gambaran akan kisah perjuangan nyata para pejuang generasa pertama kepengurusan HIMAWAR meski badai ujian acapkali datang menyapa tak membuatnya surut untuk terus maju ke depan. Tak begitu banyak memang agenda yang telah ditunaikannya, hanya saja merupakan langkah-langkah awal dalam  upaya menjadikannya sebagai proses pembelajaran untuk mewujudkan pribadi pemimpin bangsa  yang memiliki dedikasi tinggi dan mulia. Tak peduli hujan lebat yang membasahi bumi, tak menganggap besar badai angin menerpanya, juga tak pernah berteduh dari keadaan cuaca panas sekalipun. Demikianlah kekuatan cinta yang telah terpatri dalam diri untuk memacu sang penggiat perjuangan untuk merajut persatuan dan pembaharuan. Gudang cinta, menjadi stok modal dalam menghembuskan nafas perjuangan bersama HIMAWAR yang takkan pernah habis hingga takdir memisahkannya.

Beginilah seharusnya, cinta...

Kamis, 02 Mei 2013

Pilkades Melati

Waringinkurung, pesta demokrasi (Pilkades) di desa Melati kecamatan Waringinkurung Serang-Banten telah usai dilaksanakan pada hari Minggu (28/04/2013) di halaman depan SDN Nagreg Melati. Sebuah agenda penting dalam rangka menentukan dan memilih wajah baru pemimpin di Desa tersebut oleh seluruh masyarakat yang sudah memiliki hak suara. Dalam pelaksanaannya, acara yang menghadirkan hampir seluruh warga Melati ini terlihat aman dan tertib sesuai dengan harapan. 

Tanpa ada kendala yang berarti hingga berakhirnya penghitungan. Sebagaimana yang disampaikan oleh Camat Waringinkurung, Drs. Ajat Sudrajat, M.Si. di dalam sambutannya agar masyarakat tetap menjaga keamanan dan kondusifitas oleh seluruh masyarakat. “Mari kita sama-sama sukseskan acara ini dengan selalu menjaga keamanan dan kondusifitas oleh seluruh masyarakat desa Melati” ungkapnya dihadapan seluruh warga. “Dan silahkan memilih calon pemimpin yang terbaik tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Ingat, memilihnya hanya 5 menit, tapi terasanya selama 6 tahun ke depan” imbuhnya.

Pada pukul 10.00 WIB, para warga semakin berdatangan hingga memadati jalan utama dan samping kiri dan kanan lapangan yang luas itu. Para pedagangpun terus berdatangan ikut serta dalam meramaikan acara yang spektakuler ini, namun cukup menegangkan bagi para calon yang duduk manis di panggung depan. Para calon tersebut adalah Halusi, yang bernomor urut 1 dengan warna bendera biru, Muhtini, yang bernomor urut 2 dengan warna bendera kuning, Mahmudi, S.Kom., yang bernomor urut 3 dengan warna bendera merah, Saifuddin, yang bernomor urut 4 dengan warna bendera hijau dan merupakan incumbent pada pencalonan ini.

Pertarungan hebat keempat calon tersebut dalam bentuk penghimpunan suara terbanyak dari warga, tidak sampai menimbulkan kisruh atau kerusuhan, sehingga berjalan lancar dan tanpa kendala yang berarti sampai tiba waktu penghitungan. Detik-detik sebelum penghitungan selesai, suasana semakin menegang hingga waktu menunjukkan pukul 14.30 WIB. Walhasil, perolehan suara terbanyak pada Pilkades untuk periode 2013-2019 ini jatuh pada Halusi, yang memperoleh 638 suara. Sedangkan yang menempati posisi kedua adalah Saifudin, 332 suara, posisi ketiga ditempat Muhtini, 323 suara, dan yang posisi terakhir ditempat Mahmudi, 176 suara. Dengan demikian, kemenangan diraih oleh Halusi, dengan nomor urut 1 yang merupakan usungan dari kampung Gurait untuk Melati seluruhnya.

Sesudah berakhirnya pengumuman hasil pilkades tersebut, satu persatu warga mulai meninggalkan lokasi pemilihan. Keamanan dan ketertiban masih terlihat di kerumunan orang hingga sore menjelang. Ketua pelaksana pilkades, H. Lily merasa senang kendati tidak ada hal-hal yang mengganggu jalannya acara ini. “Al-hamdulillah, acara ini berjalan dengan aman, tanpa ada hal-hal yang mengganggu jalannya acara ini” Ungkapnya saat ditemui di Kp. Gurait. “Hal ini, karena Desa Melati banyak orang berpendidikan yang mudah untuk diarahkan, dan yang terpenting mereka tidak menginginkan untuk berbuat hal-hal yang merugikan bersama” imbuhnya sambil tersenyum simpul. Semoga dengan munculnya sosok muda untuk kepemimpinan Melati ini dapat membawa perubahan yang signifikan untuk kemajuan desa.