Minggu, 23 September 2012

Tumbuh dan Berkembang Bersama Dakwah

Tak bisa dielakkan lagi akan butuhnya manusia terhadap kemurnian dan kejernihan jiwa yang mengkristal pada diri dan sanubarinya. Manusia senantiasa menghendaki ketentraman, ketenangan, dan kedamaian dalam hidupnya. Karena pada dasarnya fitrah manusia itu adalah baik dan suci sejak ia terlahir di dunia hingga pandai berbicara dan beranjak dewasa. Dan meskipun mereka terlampau telah melakukan perbuatan buruk atas segala bisikan dan bujukan syaitan yang kerap kali muncul dalam kehidupannya, sebenarnya dalam hati kecil mereka tetap tak sanggup dan tak ingin melakukannya. Sekarang bandingkan ketika kita berbuat kebaikan, pasti jiwa dan hati kita terasa tenang dan bahagia.

Namun jika keburukan yang kita lakukan, maka jiwa dan hati kita akan mengingkari perbuatan itu walaupun ada rasa kesenangan yang dirasa hanya seketika itu saja. Karena sekali lagi, bahwa fitrah manusia adalah baik dan suci. Manusia juga selalu ingin menjadi unggul dan berusaha keras menjadi yang terbaik dalam sepanjang hidupnya. Ya, karena memang manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk menjadi pemimpin di dunia ini, dalam konsep kecilnya adalah pemimpin untuk dirinya sendiri dengan potensi dan kemampuan yang ia miliki. Tapi mampukah mereka mengekspresikan dan mengaplikasikannya sesuai aturan dan pedoman yang telah terukir dalam kitab suci Al-Qur’an yang mulia? Jawabannya ada pada diri kita sendiri, dengan cara senantiasa mengintropeksi diri dan memperjelas identitas kita dan untuk komitmen menjadi pribadi muslim yang sejati.

Untuk menjadi pribadi muslim yang sejati dengan amal yang sempurna adalah dengan berdakwah. Dakwah adalah menyeru, mengajak umat manusia untuk berbuat kebaikan. Dan mencegah umat manusia dari perbuatan yang buruk. Dakwah bukan sekedar kewajiban bagi seorang muslim, namun merupakan kebutuhan untuk kelangsungan hidupnya seperti udara yang ia hirup setiap detiknya. Sehingga dapat memberi kemanfaatan dan kebaikan-kebaikan untuk melanjutkan hidupnya. Demikian juga dengan dakwah, yang akan menjadikan manusia untuk senantiasa dalam kebaikan, ketentraman dan kedamaian.

Banyak keutamaan dakwah yang dapata kita petik, diantaranya bahwa dakwah merupakan nikmat Allah yang besar (A’dzomu ni’matillah), (pekerjaan) yang paling mulia di antara pekerjaan-pekerjaan yang lainnya, tugas pokok para rosul,.Rasulullah SAW dan para sahabat telah menginspirasi kita untuk membangun cinta terhadap dakwah. Karena bagi mereka, dakwah adalah kebutuhan untuk dirinya dan seluruh umat manusia. Bisa dibuktikan, jika dakwah Islamiyah tidak sampai di Indonesia, bahkan tidak sampai di hadapan kita, maka apa jadinya diri kita? Tak bisa dibayangkan bukan, betapa tingginya jasa para pecinta dakwah itu dengan segala perjuangan dan pengorbanannya.

Banyak diantara kita yang menganggap dakwah bukan tugasnya, yang kemudian menyerahkan tugas ini kepada orang tertentu atau lembaga-lembaga dakwah saja, dengan dalih dan alasan tidak ada bakat, tidak banyak ilmu yang dimiliki, sibuk dengan pekerjaan, dan berbagai macam alasan lainnya. Jelas, perkataan ini adalah salah. Bukankah pengertian dakwah itu adalah mengajak/menyeru manusia untuk berbuat baik, yang tentunya sesuai dengan apa yang kita ketahui walaupun hanya satu ayat.

Minggu, 09 September 2012

Ramadhan Bulan Idaman


Bulan suci yang dinantikan kini telah tiba
Ramadhan kembali hadir dengan harapannya
Untuk hati terasa menanti bulanan indah
Yang berbias amaliyah indah nan terciah
Ibu bapak… Ramadhan t’lah tiba…
Ayo kawan… Sambutlah ia…
Sambutlah Ramadhan…
Sambutlah Ramadhan…
………………………………………………………………..
(Justice Voice)

Wahai saudaraku.. beberapa hari lagi, tamu agung yang kita idam-idamkan akan segera datang menghampiri kita dengan membawa sejuta harapan untuk orang-orang yang beriman. Maka bersiap-siaplah untuk menyambutnya dengan hati yang suci dan ikhlas karena-Nya. Ya, ia adalah Ramadhan, bulan yang paling mulia diantara bulan-bulan lainnya. Siapa yang tidak rindu akan keagungan dan kemuliannya? Semua umat Islam pasti akan merasa gembira dan bersuka cita menyambut kedatangannya. Bahkan umat non-Islampun ikut senang dengan masuknya bulan Ramadhan ini. Sebab, biasanya barang-barang dagangan mereka yang berada di mall-mall dan pasar, laku keras diborong oleh kaum muslimin hingga menjelang hari kemenangan. Inilah keberkahan yang terpancar dari bulan yang penuh hikmah dan berkah. 

Semua orang akan tersenyum ria menikmati keindahan hidup dan kehidupan di bulan yang penuh ketentraman dan kasih sayang. Kucuran rizki yang melimpah ruah dan tersebar rata ke semua orang. Baik miskin, kaya, tua, muda, bahkan anak-anak sekalipun. Bonus pahala yang dilipatgandakan oleh Allah SWT dalam setiap amaliah ibadah kita di siang dan malamnya. Maka beruntunglah bagi kita semua yang dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Dan semoga kita tidak hanya dapat menyambutnya saja, tapi diberikan kesempatan juga untuk bisa melaksanakan puasa selama satu bulan penuh.

Subhanallah.. Begitu besar karunia yang Allah limpahkan kepada kita dengan hadirnya bulan Ramadhan disisi kita. Dan yang paling istimewa lagi adalah kewajiban kita untuk berpuasa agar dapat menyemai gelar taqwa yang dijanjikan-Nya. Sebagaimana terukir dalam al-Qur’an sebagai berikut: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al-Baqoroh : 183)”

Begitulah Allah membimbing dan mengajarkan sebuah ketaatan dan kesabaran kepada kita semua untuk senantiasa berada dalam lautan cinta-Nya. Keutamaan dan keistimewaan puasa terletak pada pelaksanaannya, yang berbeda dengan ibadah-ibadah yang terhimpun dalam rukun Islam yang lainnya. Seperti syahadat, shalat, zakat ataupun haji. Semua ibadah tersebut terlihat oleh kasat mata manusia. Sedangkan puasa siapa yang tahu? Kita tidak bisa melihat dan menilai seseorang itu sedang berpuasa atau tidak, karena puasa adalah amaliah ibadah antara dirinya dan Allah SWT yang benar-benar dilandasi dengan keimanan yang penuh dalam diri setiap muslim. Oleh sebab itu, hanya Allahlah yang langsung menilainya dan memberikan ganjaran atasnya. Kita tidak bisa berdusta dalam hati kita, karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati manusia.

Wahai saudaraku.. ada dua buah kebahagiaan yang dapat kita petik dari ibadah puasa yang kita tunaikan di bulan Ramadhan ini. Yaitu, kebahagiaan ketika datang waktu berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan tuhannya. Bagaimana tidak, ketika seharian kita menahan lapar, haus dan segala nafsu yang membatalkannya. Dan kemudian disandingkan di hadapan kita dengan hidangan istimewa menjelang magrib tiba. Pastinya kita merasa senang dan gembira sambil menghitung detik-detik waktu berbuka tiba. Dan yang lebih dahsyat lagi adalah ketika kita dipertemukan dengan Sang Maha Sempurna kelak. Yakni dipertemukan dengan Allah SWT yang telah menciptakan kita dan alam semesta yang terhampar luas ini.

Wallahu a’lamu bishowab…