Sabtu, 07 September 2013

Hari Kedua Masuk di Semester Tiga

Setelah dua bulan libur, yakni bulan Juli dan Agustus dalam rangka libur semester dua dan libur lebaran digabung menjadi satu, nah kini di bulan september kembali aktif lagi perkuliahan. Namun tak terasa, seiring dengan berjalannya waktu aku sudah menginjak semester tiga di program pascasarjana IAIN “SMH” Banten. Judul tulisan ini harusnya hari pertama masuk di semester tiga, tapi karena aku tidak masuk di hari pertama karena ada pekerjaan  yang tidak bisa ditinggal akhirnya dengan berat hati meninggalkan dua mata kuliah itu. Tak mengapa lah, di hari pertama kan biasanya sosialisasi silabus dan pembagian tugas makalah atau bisa jadi hanya perkenalan, jadi belum efektif belajar! Hehe (menghibur diri).

Hari kedua ini tepatnya pada hari sabtu, 7 September 2013. Pada hari itu, semua dosen pada tiga mata kuliah bisa masuk di dalam kelas walaupun hanya menyampaikan silabus perkuliahan pada semester ini. Ada juga satu mata kuliah yang sekaligus dua dosen yang masuk, yakni Dr. Muhajir, MA., dan Dr. Wawan Mulyawan, M.Pd. keduanya adalah team teaching mata kuliah materi ajar dan pengembangan kurikulum PAI. Tanpa menunggu lama, akhirnya pak Wawan membuka perkuliahan dengan salam. Namun saat permulaan kata-kata yang disampaikan, raut mukanya terlihat sangat serius dan kaku, hingga kami dari peserta kuliah pun merasa ngeri dan takut.

Beliau sedikit memberikan kritik terhadap pemerintah dengan pernyataan yang menggetarkan suasana saat itu, yang terkait pelaksanaan pendidikan di Banten ini, dan sedikit menyampaikan prolog tentang implementasi kurikulum di sekolah-sekolah. Setelah satu menit berlalu, suasana menjadi berubah 90 derajat dari ketegangan yang mencekam menjadi humor dan menyenangkan. Satu persatu di antara kami tertawa terbahak-bahak saat beliau menyampaikan satu pernyataan yang diikuti dengan kalimat yang lucu-lucu. Haha! Ya, begitulah karakternya sebagai seorang penceramah kondang yang bisa membuat suasana berubah-ubah. Akhirnya suasana perkuliahanpun menjadi nyaman dan asik hingga diantara kami pun tak canggung untuk bertanya dan berdiskusi dengannya.

Setelah selesai satu mata kuliah, maka berganti mata kuliah kedua pada pukul 10.00 WIB. Dosen mata kuliah ini adalah Dr. Supardi, Ph.D yang mengisi tentang Evaluasi Pendidikan. Beliau membuka perkuliahan dengan menjelaskan silabus pada perkuliahan ini, sekaligus membagikan judul materi kepada mahasiswa untuk dibuat makalah sebagai bahan diskusi. Evaluasi dalam pendidikan sangatlah penting dalam menunjang peningkatan mutu dan kualitas. Saat ini kita dituntut untuk menjadi bangsa yang maju dengan pendidikan yang maju seiring dengan perkembangan zaman yang sarat dengan persaingan global. Namun disisi lain, kita harus mempertahankan ciri khas pendidikan bangsa Indonesia yang berkarakter Islami. Evaluasi pendidikan ini sangatlah luas cakupannya, bukan hanya guru yang dievaluasi, namun kurikulum, lembaga pendidikan, sarana prasarana, dan lain sebagainya pun adalah penting untuk dievaluasi. Semoga kita termasuk orang-orang yang pandai mengevaluasi segala sesuatu yang berkaitan dengan sistem pendidikan.

Usai mata kuliah kedua ini adalah shalat, istirahat dan makan yang sudah disiapkan oleh staff. Jadi ga usah beli ke luar deh, tinggal menyantap bersama teman-teman yang lain dan waktupun tidak terbuang banyak karena masih berada di lingkungan kelas. Ikhtisar awam saya mengatakan bahwa perkuliahan di pascasarjana PAI harus melakukan kajian-kajian yang mendalam terhadap permasalahan-permasalahan pendidikan Islam dalam berbagai aspeknya. Kita tahu bahwa pendidikan Islam sudah lahir sebelum kemerdekaan bangsa Indonesia, semestinya pendidikan Islam lebih maju dibandingkan dengan umum.

Tidak ada komentar: