Cinta…, kata ini terdengar begitu indah nan syahdu pada setiap jiwa yang mendengar bisikannya, ia senantiasa datang kepada setiap insan yang hidup dan tumbuh berkembang di muka bumi ini. Pada bab ini tak sedikit orang membicarakannya karena cinta adalah fantasi hidup yang telah dianugerahkan Allah SWT Yang Maha Indah kepada seluruh makhluk-Nya di alam jagat raya ini. Cinta itu amatlah suci dan fitrah yang juga secara haq diberikan kepada umat manusia hingga kehidupan ini terasa indah, damai, tentram, bahagia dan mempesona atas keagungan yang terpancar di relung jiwa manusia. Sungguh hebat kekuatan cinta ini, mampu mengubah tatanan hidup dan kehidupan kita, dari masa ke masa, dari generasi ke generasi bahkan dapat membolak balikkan stabilitas hati dan perasaan kita dari yang sedih menjadi senang, dari yang sulit menjadi mudah, dari yang berat menjadi ringan, dari yang malas menjadi semangat, dari yang lemah menjadi kuat dan lain sebagainya. Sehingga akan memberikan kebahagiaan yang sejati dan abadi di dunia dan bermakna di akhirat kelak nanti.
Namun, tak sedikit orang mengartikan dan memandang cinta sebagai bagian dari pada fitrah dan anugerah Allah SWT yang betul-betul meski dijaga, dipelihara, senantiasa disiram serta ditumbuhkembangkan dengan ayar-ayat-Nya yang diturunkan kepada para nabi dan rosul sebagai panduan hidup dan undang-undang kehidupan. Tapi kebanyakan mereka menganggap bahwa cinta datang membawa kesenangan diri yang teramat dahsyat dalam kehidupannya yang tiada batas. Secara tidak sadar mereka mempergunakannya sebagai pelampiasan nafsu angkara terhadap apa yang ia sedang cintai. Sehingga mereka terkadang jatuh terperanjat akan buaian keindahannya ke lembah kemusyrikan, kedzoliman, kejahatan, dan bahkan kemaksiatan. Dan terkadang pula dibuatnya mabuk kepayang di rundung asmara hingga terseret dalam lembah perzinahan. Na’udzu billah mindzalik!
Cinta yang tidak terpelihara dan tidak dilandasi oleh aturan agama, akan menyulap seseorang yang berawal kesenangan berakhir dengan penderitaan, dari suka menjadi duka, dari yang mudah akan dipersulit, dari yang ringan akan menjadi berat, dari yang semangat akan menjadi malas, dari yang kuat menjadi lemah dan lain sebagainya. Itulah balasan bagi orang-orang yang tidak mau mendengarkan ayat-ayat Allah SWT. Permainan cinta ini, sesungguhnya diatur secara penuh oleh Islam yang kompleks dan menyeluruh. Jadi, kewajiban kita adalah mengamalkan syari’at Islam tersebut agar terbebaskan dari cinta palsu yang melenakan. Dengan senantiasa mengharapkan ridho dan rakmat-Nya.
Cinta yang tidak terpelihara dan tidak dilandasi oleh aturan agama, akan menyulap seseorang yang berawal kesenangan berakhir dengan penderitaan, dari suka menjadi duka, dari yang mudah akan dipersulit, dari yang ringan akan menjadi berat, dari yang semangat akan menjadi malas, dari yang kuat menjadi lemah dan lain sebagainya. Itulah balasan bagi orang-orang yang tidak mau mendengarkan ayat-ayat Allah SWT. Permainan cinta ini, sesungguhnya diatur secara penuh oleh Islam yang kompleks dan menyeluruh. Jadi, kewajiban kita adalah mengamalkan syari’at Islam tersebut agar terbebaskan dari cinta palsu yang melenakan. Dengan senantiasa mengharapkan ridho dan rakmat-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar