Bulan suci yang dinantikan kini telah tiba
Ramadhan kembali hadir dengan harapannya
Untuk hati terasa menanti bulanan indah
Yang berbias amaliyah indah nan terciah
Ibu bapak… Ramadhan t’lah tiba…
Ayo kawan… Sambutlah ia…
Sambutlah Ramadhan…
Sambutlah Ramadhan…
………………………………………………………………..
(Justice Voice)
Wahai saudaraku.. beberapa hari lagi, tamu agung yang kita idam-idamkan akan segera datang menghampiri kita dengan membawa sejuta harapan untuk orang-orang yang beriman. Maka bersiap-siaplah untuk menyambutnya dengan hati yang suci dan ikhlas karena-Nya. Ya, ia adalah Ramadhan, bulan yang paling mulia diantara bulan-bulan lainnya. Siapa yang tidak rindu akan keagungan dan kemuliannya? Semua umat Islam pasti akan merasa gembira dan bersuka cita menyambut kedatangannya. Bahkan umat non-Islampun ikut senang dengan masuknya bulan Ramadhan ini. Sebab, biasanya barang-barang dagangan mereka yang berada di mall-mall dan pasar, laku keras diborong oleh kaum muslimin hingga menjelang hari kemenangan. Inilah keberkahan yang terpancar dari bulan yang penuh hikmah dan berkah.
Semua orang akan tersenyum ria menikmati keindahan hidup dan kehidupan di bulan yang penuh ketentraman dan kasih sayang. Kucuran rizki yang melimpah ruah dan tersebar rata ke semua orang. Baik miskin, kaya, tua, muda, bahkan anak-anak sekalipun. Bonus pahala yang dilipatgandakan oleh Allah SWT dalam setiap amaliah ibadah kita di siang dan malamnya. Maka beruntunglah bagi kita semua yang dipertemukan dengan bulan Ramadhan. Dan semoga kita tidak hanya dapat menyambutnya saja, tapi diberikan kesempatan juga untuk bisa melaksanakan puasa selama satu bulan penuh.
Subhanallah.. Begitu besar karunia yang Allah limpahkan kepada kita dengan hadirnya bulan Ramadhan disisi kita. Dan yang paling istimewa lagi adalah kewajiban kita untuk berpuasa agar dapat menyemai gelar taqwa yang dijanjikan-Nya. Sebagaimana terukir dalam al-Qur’an sebagai berikut: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al-Baqoroh : 183)”
Begitulah Allah membimbing dan mengajarkan sebuah ketaatan dan kesabaran kepada kita semua untuk senantiasa berada dalam lautan cinta-Nya. Keutamaan dan keistimewaan puasa terletak pada pelaksanaannya, yang berbeda dengan ibadah-ibadah yang terhimpun dalam rukun Islam yang lainnya. Seperti syahadat, shalat, zakat ataupun haji. Semua ibadah tersebut terlihat oleh kasat mata manusia. Sedangkan puasa siapa yang tahu? Kita tidak bisa melihat dan menilai seseorang itu sedang berpuasa atau tidak, karena puasa adalah amaliah ibadah antara dirinya dan Allah SWT yang benar-benar dilandasi dengan keimanan yang penuh dalam diri setiap muslim. Oleh sebab itu, hanya Allahlah yang langsung menilainya dan memberikan ganjaran atasnya. Kita tidak bisa berdusta dalam hati kita, karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati manusia.
Wahai saudaraku.. ada dua buah kebahagiaan yang dapat kita petik dari ibadah puasa yang kita tunaikan di bulan Ramadhan ini. Yaitu, kebahagiaan ketika datang waktu berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan tuhannya. Bagaimana tidak, ketika seharian kita menahan lapar, haus dan segala nafsu yang membatalkannya. Dan kemudian disandingkan di hadapan kita dengan hidangan istimewa menjelang magrib tiba. Pastinya kita merasa senang dan gembira sambil menghitung detik-detik waktu berbuka tiba. Dan yang lebih dahsyat lagi adalah ketika kita dipertemukan dengan Sang Maha Sempurna kelak. Yakni dipertemukan dengan Allah SWT yang telah menciptakan kita dan alam semesta yang terhampar luas ini.
Begitulah Allah membimbing dan mengajarkan sebuah ketaatan dan kesabaran kepada kita semua untuk senantiasa berada dalam lautan cinta-Nya. Keutamaan dan keistimewaan puasa terletak pada pelaksanaannya, yang berbeda dengan ibadah-ibadah yang terhimpun dalam rukun Islam yang lainnya. Seperti syahadat, shalat, zakat ataupun haji. Semua ibadah tersebut terlihat oleh kasat mata manusia. Sedangkan puasa siapa yang tahu? Kita tidak bisa melihat dan menilai seseorang itu sedang berpuasa atau tidak, karena puasa adalah amaliah ibadah antara dirinya dan Allah SWT yang benar-benar dilandasi dengan keimanan yang penuh dalam diri setiap muslim. Oleh sebab itu, hanya Allahlah yang langsung menilainya dan memberikan ganjaran atasnya. Kita tidak bisa berdusta dalam hati kita, karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati manusia.
Wahai saudaraku.. ada dua buah kebahagiaan yang dapat kita petik dari ibadah puasa yang kita tunaikan di bulan Ramadhan ini. Yaitu, kebahagiaan ketika datang waktu berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan tuhannya. Bagaimana tidak, ketika seharian kita menahan lapar, haus dan segala nafsu yang membatalkannya. Dan kemudian disandingkan di hadapan kita dengan hidangan istimewa menjelang magrib tiba. Pastinya kita merasa senang dan gembira sambil menghitung detik-detik waktu berbuka tiba. Dan yang lebih dahsyat lagi adalah ketika kita dipertemukan dengan Sang Maha Sempurna kelak. Yakni dipertemukan dengan Allah SWT yang telah menciptakan kita dan alam semesta yang terhampar luas ini.
Wallahu a’lamu bishowab…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar