Setiap jiwa manusia niscaya pernah merasakan warna-warni perasaan dalam hidupnya. Saat ia suka hatinya bahagia, kala ia duka hatinya sedih, ada yang berada dalam kesedihan tapi hatinya senang, dan ada juga yang dalam keadaan senang, tapi hatinya tidak bahagia. Hal-hal di atas akan menimpa setiap insan yang hidup di muka bumi ini, dan ia datang kapan saja, kepada siapa saja dan sewaktu-waktu bisa berubah-ubah dalam waktu yang relatif singkat. Demikianlah dinamika kehidupan manusia yang membuktikan bahwa kita benar-benar sebagai manusia yang do’if (lemah) tidak ada jaminan untuk mendapatkan kebahagiaan yang abadi dalam kehidupan di dunia ini yang penuh dengan tipu daya yang menggiurkan.
Hal tersebut adalah merupakan ketetapan sang Khalik yang Maha Kuasa, manusia hanya bisa berusaha untuk mendapatkan hasil yang terbaik dalam hidupnya dan menerimanya dengan penuh keimanan sehingga dapat memberikan ketenangan jiwa, kesabaran, ketabahan, dan ketawakalan. Dengan pandangan demikian maka apapun yang terjadi padanya maka segalanya akan diserahkan kepada Allah, karena segala yang datang menimpanya, baik itu berupa suka atau duka, senang atau susah, sedih ataupun bahagia, semua itu adalah merupakan cobaan dan ujian yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya sebagai barometer keimanan dan ketakwaannya. Semakin tinggi imannya maka semakin tinggi pula kadar ujian yang menimpanya. Apabila ia mampu melewati ujian atau cobaan tersebut maka meningkatlah pula derajat keimannya, dan akan seterusnya demikian sebagaimana ujian yang menimpa para nabi dan rasul.
Sungguh berutung bagi orang-orang yang mampu membendung segala perasaan gundahnya, dan menjalani hidup dengan penuh kesabaran. Di kala ia suka maka hatinya bahagia dan ketika ia berada dalam duka, kesedihan, kesengsaraan, tapi hatinya tetap bahagia, ketika mendapatkan anugerah ataupun tidak mendapatkan anugerah ia tetap bahagia menjalaninya dengan senantiasa mengharapkan ridho dari Allah SWT. Orang demikian adalah orang yang memiliki jiwa keikhlasan. Dalam menyelami samudera dakwah ini, tak selalu mutiara yang kita dapati, tapi di sana akan ada duri-duri karang yang menjadi penghalang perjalanan ini. Maka orang yang selalu berselimut keikhlasan akan selalu menghiasi dirinya dengan penuh ketawakalan atas semua yang menghampiri dan merelakan segala pengorbanan dan perjuangan yang telah ditorehkan dalam lembaran-lembaran kertas suci ini. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepadanya untuk terus mengemban amanah dakwah ini, agar tegaknya Syari’at di muka bumi. Dan semoga kelak nanti ia ditempatkan di tempat yang setimpal dengan apa yang ia lakukan di dunia ini. Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar