Jumat, 03 Mei 2013

Merangkai Do'a

Hidup dan kehidupan manusia adalah hanya sebuah babak sandiwara dalam panggung pertunjukan. Singkat dan hanya sementara waktu dalam sepanjang perjalanannya di dunia ini. Nasib dan arah perjuangannya merupakan hal yang masih misteri karena kelemahan dan keterbatasan. Masa depan yang diharapkan merupakan daya khayalan dan hanya meraba-raba saja. Adapun yang menentukan adalah dalang, Sang Mahakuasa. Manusia tidak bisa hidup dengan sendirinya, melainkan akan terus membutuhkan kepada Sang Mahapencipta, akan selalu menggantungkan hidupnya kepada Sang Mahaperkasa. Dialah Allah SWT yang menggenggam alam semesta dan mengatur seluruh yang ada di dalamnya. Tanpa-Nya, manusia tidak ada apa-apanya, bahkan bukan apa-apa dalam dunia ini. Karena yang menghidupkan, yang mematikan, yang memberi rizki dan yang memberi kebahagiaan dan kesengsaraan adalah kuasa-Nya.

Sebagai makhluk yang lemah dan selalu membutuhkan karunia dan bimbingan-Nya dalam meniti kehidupan di dunia yang fana ini, maka jangan sampai pernah hati ini mengabaikan untuk senantiasa meminta atau memohon segala keinginan dan kebutuhan hidup. Sesungguhnya paket kehidupan sudah dipersiapkan untuk manusia. Lantas berapa kali kita meminta kepada-Nya, ataukah kita tidak yakin akan janji-Nya, atau bahkan kita salah meminta dengan meohon sesuatu kepada yang selain-Nya? Na'udzubillah mindzalik. Allahlah tempat meminta, Allahlah tempat bersandar, dan Allahlah segala-galanya dalam hidup kita. Ustadz Yusuf Mansur mengatakan "Allah dulu, Allah lagi, dan Allah terus". Saat kita dalam kondisi diberikan anugerah berupa kenikmatan dan kebahagiaan, maka berdzikir dengan bersyukur pada-Nya. Di kala bencana dan musibah tengah datang melanda, maka tetaplah berdzikir seraya bersabar pada-Nya.

Kenikmatan itu bukan terletak pada nilai materi yang tampak di hadapan mata kita, atau sesuatu hal yang kita cintai dan harapkan sudah berada di tangan kita. Tapi kenikmatan itu terletak di dalam hati kita ketika senantiasa berdzikir kepada-Nya. Kenikmatan itu berada saat do'a-do'a selalu terangkai tanpa ada putus kepada-Nya. Do'a itulah yang membuat hati ini selalu menggantung dan mengikat kepada-Nya. Dan do'a inilah yang menjadi kekuatan dan pusaka kaum muslimin dalam sepanjang hidupnya. Berdoa'lah!

Wallahu a'lam..

Tidak ada komentar: