Pada kajian pekanan BKB NF hari
ini, 13 November 2013, ustadz Ulil Albab menyuguhkan materi yang sangat
menggugah hati dan jiwa yakni mengenai tarbiyah hati. Beliau mengawali
tausiyahnya dengan bercerita mengenai rihlah (berpergian) yaitu berkunjung ke
suatu daerah yang ditentukan dalam rangka untuk tadabur alam seraya mendekatkan diri kepada
Allah SWT. Pernahkah kita menyaksikan bahwa sesuatu atau peristiwa yang kita lihat dalam tempat tersebut yang begitu menakjubkan dan dahsyat, tentu itu bukanlah pekerjaan manusia, melainkan pekerjaan (ciptaan) Allah. Misalkan gunung
yang menjulang tinggi, langit yang luas tak bertiang, lautan yang terhampar
luas namun tak tumpah, dan masih banyak tanda-tanda kebesaran-Nya. Jika mata hati seseorang
hidup, maka akan menikmati ayat-ayat Allah SWT yang berada di alam raya tersebut.
Mereka akan ditunjukkan keindahan dan kecantikan untuk terus mengingat
kebesaran Allah SWT.
Kemudian, beliau juga menyampaikan tentang
kehidupan para sahabat bahwa mereka tidak mampu untuk meninggalkan Rasulullah,
dan selalu menginginkan untuk menemaninya karena dirasa nikmat. Namun,
kehidupan di dunia ini adalah tempat perpisahan, maka pasti akan dipisahkan
oleh ajal. Walaupun demikian, Allah SWT memberikan kesempatan kepada para sahabat
untuk menemani Rasulullah di surga-Nya. Berbicara tentang sahabat Nabi, kita
mengenal sosok Abu bakar yang diberikan julukan as-Siddiq (yang membenarkan),
Umar bin Khattab yang diberikan julukan al-Faruq (pembeda), Utsman bin Affan memiliki
julukan Dzu nurraini (orang yang memperoleh dua cahaya) karena menikahi dua
orang putri nabi SAW yakni Ruqayah dan Ummi Kultsum, dan Ali bin Abi Tholib
dengan julukan Karromallahu wajhah (wajah yang dimuliakan Allah).
Begitu besar jasa para sahabat
Nabi ini dalam berjuang menegakkan dakwah Islamiyah di bumi ini, dengan
mengorbankan jiwa dan hartanya. Seperti Utsman yang menginfakkan hartanya di
jalan Allah. Ada dua hal yang dilakukan Utsman dalam sedekah ini yakni yang
pertama ia membeli sumur dan memberikannya kepada kaum muslimin, sehingga ia
mengatakan kalaupun harga sumur tersebut dibeli dengan uang sepenuh sumur
tersebut ia akan membelinya. Yang kedua Utsman membiayai perang tabuk dengan
memberikan 1000 unta dan perbakalannya karena perjalanan ke tabuk sekitar
setengah bulan. Sedangkan Abu Bakar Shiddiq menginfakkan seluruh hartanya, Umar menginfakkan setengah dari hartanya dan Ali bin Abi thalib mempersembahkan jiwanya dengan
menggantikan Nabi di kamarnya pada saat nabi hijrah ke Madinah. Dan pada saat itu, Ali mengetahui bahwa Nabi akan dibunuh di kamarnya.
Kemudian Ustadz juga menyinggung
materi tentang shalat, karena salah satu amalan yang dapat mentarbiyah hati
adalah shalat. Shalat merupakan bekal di dunia dan di akhirat sehingga
rasulullah SAW tidak pernah meninggalkannya, padahal beliau sudah dima’shum dan
sudah dijamin masuk surga. Puncak kelezatan Rasulullah SAW adalah shalat. Maka
kita sebagai umatnya harus mengusahakan kenikmatan shalat yang telah dilakukan
oleh baginda Nabi SAW. Ada dua shalat yang pahalanya sangat besar, yakni shalat
ashar dan shalat subuh. Shalat asar berjamaan seperti shalat tahajjud setengah
malam, dab shalat subuh berjamaah seperti shalat tahajjud semalam suntuk. Namun
bukan berarti waktu-waktu yang lain tidak wajib dilakukan, tetap wajib
dilakukan. Hanya saja Allah memberikan keistimewaan pada dua waktu tersebut.
Wallahu a’lamu bishowab..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar