Selasa, 12 November 2013

Tarbiyah Hati

Pada kajian pekanan BKB NF hari ini, 13 November 2013, ustadz Ulil Albab menyuguhkan materi yang sangat menggugah hati dan jiwa yakni mengenai tarbiyah hati. Beliau mengawali tausiyahnya dengan bercerita mengenai rihlah (berpergian) yaitu berkunjung ke suatu daerah yang ditentukan dalam rangka untuk tadabur alam seraya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pernahkah kita menyaksikan bahwa sesuatu atau peristiwa yang kita lihat dalam tempat tersebut yang begitu menakjubkan dan dahsyat, tentu itu bukanlah pekerjaan manusia, melainkan pekerjaan (ciptaan) Allah. Misalkan gunung yang menjulang tinggi, langit yang luas tak bertiang, lautan yang terhampar luas namun tak tumpah, dan masih banyak tanda-tanda kebesaran-Nya. Jika mata hati seseorang hidup, maka akan menikmati ayat-ayat Allah SWT yang berada di alam raya tersebut. Mereka akan ditunjukkan keindahan dan kecantikan untuk terus mengingat kebesaran Allah SWT.

Kemudian, beliau juga menyampaikan tentang kehidupan para sahabat bahwa mereka tidak mampu untuk meninggalkan Rasulullah, dan selalu menginginkan untuk menemaninya karena dirasa nikmat. Namun, kehidupan di dunia ini adalah tempat perpisahan, maka pasti akan dipisahkan oleh ajal. Walaupun demikian, Allah SWT memberikan kesempatan kepada para sahabat untuk menemani Rasulullah di surga-Nya. Berbicara tentang sahabat Nabi, kita mengenal sosok Abu bakar yang diberikan julukan as-Siddiq (yang membenarkan), Umar bin Khattab yang diberikan julukan al-Faruq (pembeda), Utsman bin Affan memiliki julukan Dzu nurraini (orang yang memperoleh dua cahaya) karena menikahi dua orang putri nabi SAW yakni Ruqayah dan Ummi Kultsum, dan Ali bin Abi Tholib dengan julukan Karromallahu wajhah (wajah yang dimuliakan Allah).

Begitu besar jasa para sahabat Nabi ini dalam berjuang menegakkan dakwah Islamiyah di bumi ini, dengan mengorbankan jiwa dan hartanya. Seperti Utsman yang menginfakkan hartanya di jalan Allah. Ada dua hal yang dilakukan Utsman dalam sedekah ini yakni yang pertama ia membeli sumur dan memberikannya kepada kaum muslimin, sehingga ia mengatakan kalaupun harga sumur tersebut dibeli dengan uang sepenuh sumur tersebut ia akan membelinya. Yang kedua Utsman membiayai perang tabuk dengan memberikan 1000 unta dan perbakalannya karena perjalanan ke tabuk sekitar setengah bulan. Sedangkan Abu Bakar Shiddiq menginfakkan seluruh hartanya, Umar menginfakkan setengah dari hartanya dan Ali bin Abi thalib mempersembahkan jiwanya dengan menggantikan Nabi di kamarnya pada saat nabi hijrah ke Madinah. Dan pada saat itu, Ali mengetahui bahwa Nabi akan dibunuh di kamarnya.

Kemudian Ustadz juga menyinggung materi tentang shalat, karena salah satu amalan yang dapat mentarbiyah hati adalah shalat. Shalat merupakan bekal di dunia dan di akhirat sehingga rasulullah SAW tidak pernah meninggalkannya, padahal beliau sudah dima’shum dan sudah dijamin masuk surga. Puncak kelezatan Rasulullah SAW adalah shalat. Maka kita sebagai umatnya harus mengusahakan kenikmatan shalat yang telah dilakukan oleh baginda Nabi SAW. Ada dua shalat yang pahalanya sangat besar, yakni shalat ashar dan shalat subuh. Shalat asar berjamaan seperti shalat tahajjud setengah malam, dab shalat subuh berjamaah seperti shalat tahajjud semalam suntuk. Namun bukan berarti waktu-waktu yang lain tidak wajib dilakukan, tetap wajib dilakukan. Hanya saja Allah memberikan keistimewaan pada dua waktu tersebut.

Wallahu a’lamu bishowab..

Tidak ada komentar: